About the Journal
JIKSI Scientific Journal E-ISSN: 0000-0000 is published by the Institute for Research and Community Service (LPPM) Doktor Husni Ingratubun University (Uningrat) Papua. The results of research and theoretical studies in the JIKSI Scientific Journal cover the fields of Computer Science and Information Systems. Publication is carried out 2 (two) times (December and June). The editorial board accepts original submissions in Indonesian and English. The word count for a research article should be between 5,000 and 8,000. Every published article has a DOI (Digital Object Identifier). Papers will be checked for plagiarism using Turnitin.
Focus and Scope, JIKSI encompasses all aspects of the latest outstanding research and developments in the field of Computer science including:
- Artificial intelligence;
- Data science;
- Databases;
- Computer performance analysis;
- Computer security and cryptography;
- Computer networks;
- Parallel and distributed systems;
- Microcontroller;
- Internet of Things;
- Software engineering.
Current Issue
-
Judul: Health cadres’ experiences in detecting and preventing childhood stunting in Indonesia: a qualitative study BioMed Central
-
Penulis: Sukmawati, Hermayanti, Fadlyana, Mediani, dan lain-lain BioMed Central
-
Waktu: 31 Agustus 2025 BioMed Central
-
Lokasi penelitian: Kabupaten Garut, Jawa Barat (daerah dengan angka stunting tinggi) BioMed Central
-
Partisipan: 15 kader kesehatan (health cadres) yang aktif mendeteksi & mencegah stunting, sudah bekerja minimal 6 bulan, usia rata-rata ~28,4 tahun, sebagian besar lulusan SMA dan ibu rumah tangga. PMC+1
-
Pendekatan kualitatif: wawancara semi-terstruktur mendalam secara individu. BioMed Central+1
-
Analisis data menggunakan thematic analysis menurut model Braun & Clarke. BioMed Central
-
Validitas/rigor: member checking, audit trail, triangulasi data antara peneliti, deskripsi kontekstual, diskusi tim untuk interpretasi. BioMed Central+1
Artikel ini menemukan empat tema terbesar berdasarkan pengalaman kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting:
Tema Detail / Sub-tema 1. Tantangan dalam mendeteksi stunting - Kurangnya dukungan dari suami/keluarga- Partisipasi ibu hamil dalam antenatal care (ANC) rendah
- Kurangnya pemahaman masyarakat (termasuk ibu hamil) akan stunting dan risiko-risikonya
- Alat ukur / pencatatan yang kurang akurat di daerah terpencil
- Sulit akses teknologi / aplikasi pencatatan gizi di beberapa wilayah remote BioMed Central+1 2. Komunikasi yang efektif dengan ibu hamil & keluarga - Pentingnya komunikasi tidak hanya dengan ibu tetapi juga suami dan anggota keluarga lainnya untuk dukungan
- Bahasa yang digunakan harus mudah dimengerti, sesuai budaya lokal
- Membangun kepercayaan agar pesan mengenai nutrisi & kesehatan diterima
- Pendekatan edukatif/konseling yang peka terhadap norma keluarga serta kebiasaan lokal BioMed Central 3. Kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan kader - Pelatihan berbasis kompetensi agar kader lebih paham indikator-indikator stunting, faktor penyebab, serta pencegahan
- Materi pelatihan perlu praktis + visual
- Dukungan lanjutan dari petugas kesehatan profesional agar kader tidak bekerja sendirian
- Update pengetahuan secara berkala agar bisa mengikuti perubahan protokol atau temuan baru BioMed Central 4. Peran & tanggung jawab kader kesehatan - Kader sebagai penggerak di tingkat masyarakat—memonitor gizi anak, memberi edukasi, distribusi suplemen/vitamin, mengingatkan keluarga ke layanan kesehatan
- Motivasi tinggi untuk membantu masyarakat, meskipun menghadapi kesulitan seperti keterbatasan sarana atau pengaruh budaya
- Perlunya kejelasan tugas, dukungan kebijakan dan penghargaan agar kader bisa sustain dalam kontribusinya
- Kader juga perlu menjadi jembatan antara kebijakan/pusat kesehatan & keluarga masyarakat agar intervensi bisa berjalan baik BioMed Central Kesimpulan & Implikasi
-
Kader kesehatan punya posisi penting dalam deteksi dini & pencegahan stunting, khususnya di komunitas. BioMed Central
-
Untuk mengoptimalkan peran mereka, perlu ada pelatihan yang lebih baik, sumber daya yang mendukung (alat ukur, aplikasi, materi edukasi), dan komunikasi yang melibatkan keluarga. BioMed Central
-
Kebijakan lokal/pusat bisa memperkuat dukungan bagi kader: regulasi yang memfasilitasi, insentif, supervisi, dan integrasi ke dalam layanan kesehatan yang lebih formal. BioMed Central
-
Studi ini menggunakan sampel kecil (15 kader) di satu wilayah (Garut, Jawa Barat), sehingga temuan mungkin tidak sepenuhnya bisa digeneralisasi ke wilayah lain dengan kultur/sosial ekonomi berbeda. BioMed Central
-
Ada kemungkinan bias sosial (peserta mungkin menyampaikan jawaban yang dianggap “diinginkan” oleh peneliti).
-
Beberapa tantangan seperti akses teknologi, keuangan keluarga, budaya lokal mungkin berbeda di daerah lain.
-
Gunakan desain serupa jika Anda ingin fokus pada pengalaman kader di daerah lain (misalnya daerah terpencil, beda provinsi), untuk melihat perbedaan tantangan & peluang.
-
Anda bisa memperluas dengan mixed methods: kombinasi wawancara (kualitatif) + survei kuantitatif untuk melihat prevalensi masalah yang sama.
-
Fokus khusus bisa pada satu tema: misalnya “komunikasi keluarga & suami dalam pencegahan stunting” untuk menggali lebih dalam faktor-kultur & gender.
-
Atau fokus pada intervensi: evaluasi program pelatihan kader, pengembangan alat ukur digital, penggunaan aplikasi pemantauan gizi, atau integrasi teknologi lokal.
-
Judul: Health cadres’ experiences in detecting and preventing childhood stunting in Indonesia: a qualitative study BioMed Central
-
Penulis: Sukmawati, Hermayanti, Fadlyana, Mediani, dan lain-lain BioMed Central
-
Waktu: 31 Agustus 2025 BioMed Central
-
Lokasi penelitian: Kabupaten Garut, Jawa Barat (daerah dengan angka stunting tinggi) BioMed Central
-
Partisipan: 15 kader kesehatan (health cadres) yang aktif mendeteksi & mencegah stunting, sudah bekerja minimal 6 bulan, usia rata-rata ~28,4 tahun, sebagian besar lulusan SMA dan ibu rumah tangga. PMC+1
-
Pendekatan kualitatif: wawancara semi-terstruktur mendalam secara individu. BioMed Central+1
-
Analisis data menggunakan thematic analysis menurut model Braun & Clarke. BioMed Central
-
Validitas/rigor: member checking, audit trail, triangulasi data antara peneliti, deskripsi kontekstual, diskusi tim untuk interpretasi. BioMed Central+1
Artikel ini menemukan empat tema terbesar berdasarkan pengalaman kader dalam mendeteksi dan mencegah stunting:
Tema Detail / Sub-tema 1. Tantangan dalam mendeteksi stunting - Kurangnya dukungan dari suami/keluarga- Partisipasi ibu hamil dalam antenatal care (ANC) rendah
- Kurangnya pemahaman masyarakat (termasuk ibu hamil) akan stunting dan risiko-risikonya
- Alat ukur / pencatatan yang kurang akurat di daerah terpencil
- Sulit akses teknologi / aplikasi pencatatan gizi di beberapa wilayah remote BioMed Central+1 2. Komunikasi yang efektif dengan ibu hamil & keluarga - Pentingnya komunikasi tidak hanya dengan ibu tetapi juga suami dan anggota keluarga lainnya untuk dukungan
- Bahasa yang digunakan harus mudah dimengerti, sesuai budaya lokal
- Membangun kepercayaan agar pesan mengenai nutrisi & kesehatan diterima
- Pendekatan edukatif/konseling yang peka terhadap norma keluarga serta kebiasaan lokal BioMed Central 3. Kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan kader - Pelatihan berbasis kompetensi agar kader lebih paham indikator-indikator stunting, faktor penyebab, serta pencegahan
- Materi pelatihan perlu praktis + visual
- Dukungan lanjutan dari petugas kesehatan profesional agar kader tidak bekerja sendirian
- Update pengetahuan secara berkala agar bisa mengikuti perubahan protokol atau temuan baru BioMed Central 4. Peran & tanggung jawab kader kesehatan - Kader sebagai penggerak di tingkat masyarakat—memonitor gizi anak, memberi edukasi, distribusi suplemen/vitamin, mengingatkan keluarga ke layanan kesehatan
- Motivasi tinggi untuk membantu masyarakat, meskipun menghadapi kesulitan seperti keterbatasan sarana atau pengaruh budaya
- Perlunya kejelasan tugas, dukungan kebijakan dan penghargaan agar kader bisa sustain dalam kontribusinya
- Kader juga perlu menjadi jembatan antara kebijakan/pusat kesehatan & keluarga masyarakat agar intervensi bisa berjalan baik BioMed Central Kesimpulan & Implikasi
-
Kader kesehatan punya posisi penting dalam deteksi dini & pencegahan stunting, khususnya di komunitas. BioMed Central
-
Untuk mengoptimalkan peran mereka, perlu ada pelatihan yang lebih baik, sumber daya yang mendukung (alat ukur, aplikasi, materi edukasi), dan komunikasi yang melibatkan keluarga. BioMed Central
-
Kebijakan lokal/pusat bisa memperkuat dukungan bagi kader: regulasi yang memfasilitasi, insentif, supervisi, dan integrasi ke dalam layanan kesehatan yang lebih formal. BioMed Central
-
Studi ini menggunakan sampel kecil (15 kader) di satu wilayah (Garut, Jawa Barat), sehingga temuan mungkin tidak sepenuhnya bisa digeneralisasi ke wilayah lain dengan kultur/sosial ekonomi berbeda. BioMed Central
-
Ada kemungkinan bias sosial (peserta mungkin menyampaikan jawaban yang dianggap “diinginkan” oleh peneliti).
-
Beberapa tantangan seperti akses teknologi, keuangan keluarga, budaya lokal mungkin berbeda di daerah lain.
-
Gunakan desain serupa jika Anda ingin fokus pada pengalaman kader di daerah lain (misalnya daerah terpencil, beda provinsi), untuk melihat perbedaan tantangan & peluang.
-
Anda bisa memperluas dengan mixed methods: kombinasi wawancara (kualitatif) + survei kuantitatif untuk melihat prevalensi masalah yang sama.
-
Fokus khusus bisa pada satu tema: misalnya “komunikasi keluarga & suami dalam pencegahan stunting” untuk menggali lebih dalam faktor-kultur & gender.
-
Atau fokus pada intervensi: evaluasi program pelatihan kader, pengembangan alat ukur digital, penggunaan aplikasi pemantauan gizi, atau integrasi teknologi lokal.
https://openday.angliss.edu.au/
https://lohanrhodes.com/
https://www.booksarepopculture.com/
https://sevensensefest.com/
https://citizensbusinesschampion2023.dja.com/
https://www.theshiori.com/menu-dinner/
https://www.theshiori.com/
https://amirpalace-hotel.com/
https://vivo500slot.com/
https://jayaslotapk789.com/





